
๐ Dipublikasikan oleh SmartLombok | ๐ท๏ธ Budaya Sasak, Bahasa Lokal, Cerita Rakyat
๐ Pendahuluan
Pernahkah kamu mendengar orang tua di kampung berkata:
“Lek kirew malam-malam, bisa kela tuselaq!”
Kalimat itu mungkin terdengar menakutkan waktu kecil. Tapi siapa sebenarnya tuselaq itu?
Di balik kata yang kerap dikaitkan dengan setan atau makhluk halus, tersembunyi makna budaya dan filosofi yang mendalam dalam masyarakat Sasak. Yuk kita gali bersama!
๐ Apa Arti “Tuselaq” Sebenarnya?
Dalam bahasa Sasak, “tuselaq” sering digunakan untuk menyebut makhluk jahat atau roh pengganggu. Namun, secara linguistik, kata ini berasal dari akar kata “selaq” yang berarti “melenceng” atau “menyimpang”, dan awalan “tu-“ yang mengacu pada pelaku atau subjek.
๐ Maka, “tuselaq” bisa diartikan sebagai “yang menyesatkan” โ baik secara harfiah maupun kiasan.
๐ญ Lebih dari Sekadar Hantu
Di Lombok, tuselaq bukan hanya bagian dari cerita horor. Ia menjadi alat budaya:
โ ๏ธ Peringatan moral: agar anak tidak keluar malam
๐ง Pengingat etika: agar tak berbuat curang atau jahat
๐ Karakter folklor: dalam dongeng tentang hutan, gunung, dan desa tua
Misalnya, dalam cerita rakyat, ada tokoh seperti:
Tuselaq Penginang โ penghuni pohon besar yang menjaga batas desa
Tuselaq Penyelep โ makhluk penyesat orang yang suka bohong
๐ฃ๏ธ Tuselaq dalam Bahasa Sehari-hari
Uniknya, istilah ini masih digunakan sampai hari ini, meskipun lebih fleksibel dan kadang lucu.
Contoh:
“Kelen tuselaq jari, pelingak-pelinguk bae!”
(Kamu kayak setan aja, nggak tenang!)
Meskipun terdengar kasar, dalam konteks pergaulan, ini bisa bermakna candaan atau ledekan akrab.
๐ฎ Simbol Perlawanan Terhadap Kejahatan
Di masa lalu, tuselaq bukan hanya ditakuti โ tapi juga dihadapi. Dalam budaya Sasak, ada upacara tradisional seperti:
Ruqyah Sasak: Doa dan pengusiran tuselaq dari rumah atau sawah
Mendet Wali: Ziarah spiritual untuk melindungi kampung dari gangguan halus
Kearifan ini memperlihatkan bahwa masyarakat Lombok tidak hanya pasrah pada ketakutan, tetapi punya cara budaya untuk menanganinya.
๐ Fakta Menarik!
โ
Tuselaq sering digambarkan berbeda di tiap desa โ ada yang berbentuk bayangan, manusia bertaring, bahkan binatang jadi-jadian.
โ
Dalam seni mural dan tari topeng di desa-desa, tuselaq kadang ditampilkan dengan gaya humoris agar tak menakutkan anak-anak.
๐งญ Penutup: Jaga Warisan, Jaga Kata
Istilah seperti tuselaq adalah bagian penting dari identitas budaya Lombok. Ia bukan hanya “setan”, tetapi simbol dari segala hal yang buruk, menyimpang, dan harus dihindari โ dalam bentuk spiritual maupun sosial.
Mengenal istilah lokal seperti ini adalah bagian dari mencintai Lombok, akar budayanya, dan kisah-kisah yang menjadikannya unik.
๐บ Jangan biarkan kata-kata seperti “tuselaq” hilang begitu saja. Mari kita hidupkan lagi cerita dan maknanya.